fajeriansyahSaya merekam video menarik, datang dan tonton ini sekarang atau tidak sama sekali! Tingginya curah hujan di Indonesia sangat mendukung terbentuknya hutan? Musim Pinus Hujan tropis Mangrove Semua jawaban benar Jawaban yang benar adalah C. Hujan tropis. Dilansir dari Ensiklopedia, tingginya curah hujan di indonesia sangat mendukung terbentuknya hutan Hujan tropis. Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. Musim adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Menurut saya jawaban B. Pinus adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain. Menurut saya jawaban C. Hujan tropis adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google. Menurut saya jawaban D. Mangrove adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan. Menurut saya jawaban E. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah C. Hujan tropis. Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah.
Demikianjuga akibat tingginya curah hujan akan langsung berpengaruh terhadap meluasnya daerah genangan banjir di dataran rendah. Sebaliknya, kekeringan akan mempengaruhi daerah lahan kering dan dataran tinggi. Saat ini kerusakan hutan di Indonesia sangat parah. Dari 112 juta hektar hutan di Indonesia saat ini kerusakan mencapai 59,2 juta
Tingginya curah hujan di Indonesia sangat mendukung terbentuknya hutan? Musim Pinus Hujan tropis Mangrove Semua jawaban benar Jawaban yang benar adalah C. Hujan tropis. Dilansir dari Ensiklopedia, tingginya curah hujan di indonesia sangat mendukung terbentuknya hutan Hujan tropis. [irp] Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. Musim adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Menurut saya jawaban B. Pinus adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain. [irp] Menurut saya jawaban C. Hujan tropis adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google. Menurut saya jawaban D. Mangrove adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan. [irp] Menurut saya jawaban E. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah C. Hujan tropis. [irp] Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah.
Berdasarkaniklim pembentuknya, hutan dibagi menjadi 2 jenis yaitu: Hutan Hujan Tropis adalah hutan yang berada pada kawasan tropis dengan curah hujan tinggi. Hutan ini memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Hutan Munson adalah hutan yang memiliki curah hujan tinggi namun juga mengalami musim kemarau panjang.
letak teritorial letak topologi letak geologis letak geografis letak astronomis Jawaban E Letak astronomis Indonesia yang berada di daerah tropis, menyebabkan negara ini mendapatkan curah hujan yang tinggi dan penyinaran matahari sepanjang tahun yang memungkinkan munculnya hutan hujan tropis.
Lautmerupakan fenomena hidrosfer yang sangat luas. (Sumber : Ensiklopedia IPTEK) Banyaknya sungai yang mengalir ke laut dan tingginya curah hujan di Indonesia, menyebabkan perairan Indonesia mempunyai kadar garam yang rendah. Karena garis pantai Indonesia yang terpanjang di dunia, maka Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia Ilustrasi artikel tentang tingginya curah hujan di Indonesia sangat mendukung terbentuknya hutan hujan tropis. Sumber RodrĂ­guezMendalami Seluk-Beluk Hutan Hujan TropisIlustrasi Hutan Hujan Tropis. Sumber ClodeHutan tropis merupakan ekosistem yang khas dan sangat unik, tumbuh dan tersebar di wilayah tropis di sekitar garis khatulistiwa dengan kondisi tanah tropis, suhu, kelembapan, serta curah hujan rata-rata tahunan yang cukup khas vegetasi hutan hujan tropis adalah hutan belantara dengan jenis tumbuhan yang sangat bervariasi hutan heterogen dengan tingkat kerapatan tinggi sehingga sinar matahari tidak dapat menembus ke permukaan tanah.
Kelembabanyang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah.
Penyebab Curah Hujan Tinggi – Setiap tahunnya, sebagian besar wilayah di Indonesia mengalami bencana alam banjir, terutama di dataran rendah. Masalah banjir ini memang saat ini belum dapat diselesaikan secara tuntas, bahkan semakin meningkat, baik intensitas dan frekuensinya. Secara umum, bencana alam banjir ini disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi. Selain itu, lamanya curah hujan yang berintensitas tinggi juga menentukan datangnya banjir di suatu wilayah. Lalu, apa yang menyebabkan tingginya curah hujan di Indonesia? Bagaimana karakteristik curah hujan yang ada di negara kita ini? Supaya Grameds dapat memahaminya, yuk simak ulasan berikut! 7 Penyebab Tingginya Curah Hujan di Indonesia1. Madden Julian Oscillation MJO2. La Nina3. Bibit Siklon Tropis4. Intertropical Convergence Zone ITCZ5. Kelvin and Rossby6. Angin Monsun Asia7. Penghangatan Suhu Permukaan Air LautKarakteristik Curah Hujan di Indonesia1. Tipe Monsun2. Tipe Lokal3. Tipe EkuatorialRekomendasi Buku & Artikel TerkaitKategori Ilmu BiologiMateri IPA Terdapat tujuh penyebab tingginya curah hujan yang terjadi di Indonesia, salah satunya adalah fenomena La Nina. Nah, berikut adalah penjelasan mengenai tujuh penyebab tersebut. 1. Madden Julian Oscillation MJO Fenomena ini ditemukan oleh dua orang peneliti yakni Rolland Madden dan Paul Julian pada tahun 1971 yang kala itu tengah meneliti adanya osilasi goyangan atau getaran periodik di daerah tropis Pasifik. Madden Julian Oscillation MJO adalah sistem osilasi goyangan atau getaran interaksi antara atmosfer dan laut, yang penjalarannya bergerak dari barat ke timur di sekitar wilayah Maritime Continent Equator atau Benua Maritim Indonesia BMI sekitar 30-60 hari. Fenomena MJO ini biasanya berkembang dan dominan akan terlihat di sekitar Samudera Hindia bagian selatan menuju arah timur, hingga melewati wilayah Australia dan Samudra Pasifik sebelah barat. Fenomena MJO ini tentu saja berdampak pada tingginya curah hujan yang ada di Indonesia pada musim hujan. Pada periode Juni hingga Agustus, fenomena MJO ini telah memberikan dampak berupa Perubahan periode basah dan kering Perubahan monsoon Perubahan aktivitas siklon tropis Sementara itu, pada periode Desember hingga Februari, dampaknya adalah berupa Perubahan periode basah dan kering Perluasan plume kelembapan tropis hingga ke lintang yang lebih tinggi, akhirnya menyebabkan hujan lebat di daerah mid latitude Perubahan monsoon Perubahan aktivitas siklon tropis Perubahan ENSO melalui Gelombang Kelvin di lautan 2. La Nina La Nina adalah bentuk fenomena alam yang terjadi akibat adanya interaksi antara permukaan laut dengan atmosfer yang ada di Pasifik tropis. Hal yang terjadi dalam fenomena ini adalah ketika suhu permukaan laut di Samudera Pasifik tropis, bagian tengah dan timurnya lebih dingin dari kondisi normal, kemudian diikuti adanya perubahan sirkulasi atmosfer di atasnya, biasanya berupa peningkatan angin pasat timuran yang lebih kuat dari kondisi normal dan dapat berlangsung selama beberapa bulan. Hal tersebut tentu saja berdampak pada pola iklim global, terutama di daerah tropis seperti Indonesia yang menjadikan cuaca menjadi lebih “basah”. Fenomena La Nina dapat menambah curah hujan secara signifikan pada bulan Oktober hingga November pada awal musim hujan. 3. Bibit Siklon Tropis Siklon tropis adalah fenomena alam berupa badai yang berkekuatan besar. Bahkan radius rata-ratanya dapat mencapai 150 hingga 200 km! Fenomena siklon tropis ini terbentuk di atas lautan yang mempunyai suhu permukaan air laut hangat, kira-kira lebih dari ºC. Selain itu, angin kencang yang berputar di dekat pusat badai ini mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/ jam. Bibit siklon tropis ini juga dapat berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan sehingga berpengaruh pada tingginya curah hujan. Ketika fenomena ini terjadi, masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena beberapa daerah di Indonesia biasanya akan terkena dampaknya berupa hujan lebat dan angin kencang. Fenomena ini juga mempunyai nama-nama lokal, misalnya typhoon taifun di daerah Pasifik, willy-willy di daerah Australia, baguio di daerah Filipina, dan hurricane di daerah Amerika. 4. Intertropical Convergence Zone ITCZ Fenomena ITCZ atau Intertropical Convergence Zone ini adalah pertemuan antara angin pasat dari belahan bumi sebelah utara dengan belahan bumi sebelah selatan, lalu mengelilingi bumi di sekitar ekuator. Daerah pertemuan angin tersebut akan membentuk sebuah awan penghasil hujan di sekitar wilayah tersebut. Hujan yang dihasilkan dari awan tersebut nantinya akan memiliki curah hujan yang tinggi dan terjadi secara berkesinambungan. Fenomena ITCZ ini tidak selalu menetap di suatu wilayah saja, maka dari itu akan selalu berpindah bergantung pergerakan matahari tahunan. Pada bulan Januari, biasanya garis ITCZ akan berada di Indonesia, sehingga pada bulan tersebut akan mengalami cuaca yang panas. Cuaca panas tersebut menyebabkan pengangkatan massa udara sehingga berpengaruh pada tingginya curah hujan. 5. Kelvin and Rossby Fenomena Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby adalah fenomena gelombang atmosfer yang secara aktif terjadi di sekitar daerah Sumatera Selatan dan Pulau Jawa. Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin merupakan dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah fase aktif yang dilewatinya. Gelombang Kelvin akan bergerak dari arah Samudra Hindia ke arah Samudra Pasifik, melewati wilayah Indonesia selama 30-40 hari bersamaan dengan MJO Madden Julian Oscillation. Sementara itu, pada gelombang Rossby, nantinya akan bergerak kebalikan dari Gelombang Kelvin, yakni dari Samudra Pasifik ke arah Samudra Hindia. Lalu, apa persamaan dari kedua fenomena ini? Persamaannya adalah keduanya sama-sama berkontribusi dalam peningkatan curah hujan dan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia. 6. Angin Monsun Asia Angin monsun adalah angin yang berhembus secara periodik, minimal selama tiga bulan. Fenomena ini dapat menyebabkan peningkatan massa udara basah dan tentu saja mempengaruhi pada tingginya curah hujan yang ada di sekitar wilayah Indonesia. Terdapat dua angin monsun global yang mempengaruhi kondisi monsun di sekitar wilayah Benua Maritim Indonesia, yakni monsun Asia musim panas dan monsun Australia musim dingin. Pada monsun Asia musim panas Asian summer monsoon ini terjadi di benua Asia dengan terbentuknya pusat tekanan rendah di benua tersebut. Sementara itu, pada saat bersamaan ada monsun Australia musim dingin Australian winter monsoon yang juga terjadi, sehingga atmosfer di atas benua tersebut akan bertekanan tinggi. Pada musim hujan, angin monsun ini memang selalu ada dan terjadi di wilayah Indonesia, yakni pada bulan Januari hingga Februari. Aliran angin monsun Asia ini dapat menyebabkan pembentukan awan konvektif yang nantinya berpotensi terjadi cuaca buruk, hujan lebat, hujan petir dan angin kencang. Angin monsun ini ada dua jenis yakni angin monsun barat dan angin monsun timur. 7. Penghangatan Suhu Permukaan Air Laut Suhu permukaan air laut menjadi hangat dapat disebabkan oleh dua faktor yakni akibat adanya sinar matahari dan pertemuan dua arus laut panas. Peningkatan suhu permukaan air laut tersebut tentu saja dapat menyebabkan penguapan sehingga nantinya menciptakan awan hujan. Penguapan tersebut juga dapat meningkatkan intensitas hujan, gelombang badai, hingga siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia dan global. Nah, peningkatan suhu permukaan air laut ini nantinya turut berhubungan dengan fenomena El Nino dan La Nina. Saat terjadi peningkatan suhu permukaan air laut, maka peluang akan terjadinya La Nina juga akan semakin besar. Sebaliknya, apabila suhu permukaan air laut menurut, maka akan terjadi fenomena El Nino. Karakteristik Curah Hujan di Indonesia Berdasarkan pada pola umum yang kerap terjadi, curah hujan yang ada di Indonesia ini dapat dibedakan menjadi 3 tipe, yaitu tipe monsun, tipe lokal, dan tipe ekuatorial. 1. Tipe Monsun Curah hujan tipe monsun ini dipengaruhi oleh tiupan angin musim terutama angin musim barat. Angin musim barat adalah angin yang bergerak oleh adanya tekanan tinggi dan tekanan rendah di sekitar benua Asia dan Australia secara bergantian, terutama pada bulan Desember hingga Februari. Pada bulan-bulan tersebut, di Belahan Bumi Utara akan ada musim dingin, akibatnya akan terjadi sel tekanan tinggi di benua Asia. Sementara itu, di Belahan Bumi Selatan akan ada musim panas, sehingga sel tekanan rendah terjadi di benua Australia. Adanya perbedaan tersebut menjadikan tekanan udara yang bertiup di kedua benua tersebut, maka pada bulan Desember hingga Februari akan bertiup angin bertekanan tinggi di Asia menuju tekanan rendah di Australia. Nah, angin tersebutlah yang dinamakan dengan Angin Monsun Barat. Angin monsun barat biasanya akan lebih lembab dan menimbulkan hujan daripada angin monsun timur. 2. Tipe Lokal Karakteristik curah hujan selanjutnya adalah tipe lokal, yakni yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan fisik setempat, berupa bentang perairan sebagai sumber penguapan hingga pegunungan sebagai daerah tangkapan hujan. Pola curah hujan tipe lokal ini adalah bergantung pada besarnya pengaruh kondisi setempat, yakni berkaitan dengan keberadaan pegunungan, lautan, bentang perairan lain, hingga terjadinya pemanasan lokal yang intensif. Faktor pembentuk dari curah hujan tipe ini adalah naiknya udara menuju ke dataran tinggi atau pegunungan karena terjadi pemanasan lokal yang intensif. Biasanya, curah hujan tipe lokal terjadi di daerah Sulawesi, Maluku, dan Papua. Untuk durasinya, tipe lokal terjadi hanya satu kali maksimum curah hujan bulanan dalam satu tahunnya. 3. Tipe Ekuatorial Selanjutnya ada curah hujan tipe ekuatorial yang proses terjadinya berhubungan dengan pergerakan zona konvergensi ke arah utara dan selatan mengikuti pergerakan semu matahari. Zona konvergensi adalah wilayah pertemuan dua massa udara angin yang berasal dari dua belahan bumi, kemudian udara tersebut bergerak ke atas. Proses bergeraknya angin menuju satu titik kemudian bergerak ke atas itu disebut dengan konvergensi, sementara tempat terjadinya konvergensi disebut dengan daerah konvergensi. Daerah konvergensi relatif sempit dan berada di lintang rendang yang biasa disebut dengan Intertropical Convergence Zone ITCZ. Nah, itulah tujuh penyebab tingginya curah hujan di wilayah Indonesia. Dari penyebab-penyebab tersebut, memang semuanya adalah kehendak alam dan kita sebagai manusia tidak bisa mencegah tingginya curah hujan yang kerap terjadi. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Sumber BERANDA Tukidi. 2010. Karakter Curah Hujan di Indonesia. Jurnal Geografi UNNES, Suhardi, Budi. dkk. 2018. Pengaruh Madden Julian Oscillation Terhadap Kejadian Curah Hujan Ekstrem di Provinsi Jawa Barat Studi Kasus di Kabupaten Sukabumi. Jurnal Geografi, Edukasi, dan Lingkungan JGEL, Yulihastin, Erma. 2010. Mekanisme Interaksi Monsun Asia dan Enso. Berita Dirgantara, ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Tingginyacurah hujan di Indonesia sangat mendukung terbentuknya hutan a. musim. b. pinus. c. tropis. d. mangrove. 10.Salah satu pengaruh letak astronomis Indonesia adalah a. tersedianya jenis batuan Alpina dan Pasifik. b. Indonesia memiliki tiga daerah waktu. c. Indonesia menjadi jalur lalu lintas perdagangan dunia. d. adanya bermacam
Apakah kamu lagi mencari jawaban dari pertanyaan Tingginya curah hujan di Indonesia sangat mendukung terbentuknya hutan? Berikut pilihan jawabannya Musim Pinus Hujan tropis Mangrove Kunci jawabannya adalah C. Hujan tropis. Dilansir dari Ensiklopedia, Tingginya curah hujan di Indonesia sangat mendukung terbentuknya hutantingginya curah hujan di indonesia sangat mendukung terbentuknya hutan Hujan tropis. Penjelasan Kenapa jawabanya bukan A. Musim? Nah ini nih masalahnya, setelah saya tadi mencari informasi, ternyata jawaban ini lebih tepat untuk pertanyaan yang lain. Kenapa nggak B. Pinus? Kalau kamu mau mendaptkan nilai nol bisa milih jawabannya ini, hehehe. Kenapa jawabanya C. Hujan tropis? Hal tersebut sudah tertulis secara jelas pada buku pelajaran, dan juga bisa kamu temukan di internet Terus jawaban yang D. Mangrove kenapa salah? Karena menurut saya pribadi jawaban ini sudah keluar dari topik yang ditanyakan. Kesimpulan Jadi disini sudah bisa kamu simpulkan ya, jawaban yang benar adalah C. Hujan tropis. Post Views 19 Read Next March 6, 2022 Pilihlah 1 yang tidak termasuk dalam sel mekanoreseptor adalah? March 6, 2022 Senjata tradisional Rencong berasal dari provinsi? March 6, 2022 Berikut ini buku karya Rifaah Badawi rafi’ at-Tahtawi, kecuali? N3jG6zN.
  • 0x4vgr82l2.pages.dev/354
  • 0x4vgr82l2.pages.dev/429
  • 0x4vgr82l2.pages.dev/425
  • 0x4vgr82l2.pages.dev/133
  • 0x4vgr82l2.pages.dev/264
  • 0x4vgr82l2.pages.dev/132
  • 0x4vgr82l2.pages.dev/223
  • 0x4vgr82l2.pages.dev/269
  • tingginya curah hujan di indonesia sangat mendukung terbentuknya hutan